Aceh BERITA Hukum Nasional Pase PEMILUKADA Politik

1 PPS dan 6 Saksi Parpol di Baktya Jadi Tersangka Kasus Pelanggaran Pemilu di Aceh Utara

0Shares

Lhoksukon | Anews — Tujuh orang yang terlibat dalam pelanggaran pidana pemilu di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 97 Desa Matang Ulim, Kecamatan Baktya, Aceh Utara, ditetapkan sebagai tersangka oleh tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Mereka terdiri atas seorang anggota panitia pemungutan suara (PPS) dan enam saksi partai politik (parpol) nasional serta lokal.

Dari jumlah tersangka, enam di antara mereka yang merupakan warga Desa Matang Ulim yaitu MK (37), MR (20), AM (21), ZA (39), MN (34), dan MS (19).

Sedangkan seorang lagi yaitu IA (24), adalah warga Desa Pucok Alue, Kecamatan yang sama.
Kasus tersebut diteruskan Panwaslih Aceh Utara ke polisi, Jumat (3/5/2019) sore.

Dilansir dari tribunnews.com, Enam saksi terlibat pencoblosan lebih dari satu kali di TPS 97 Desa Matang Ulim, saat Pemilu, Rabu (17/4/2019) lalu.

Mereka bisa melakukan tindakan itu karena mendapat surat suara dari PPS setempat. Kejadian tersebut kemudian menjadi temuan Panwascam Baktiya.

“Kasus ini sudah masuk ke tahap penyidikan ketika ditangani tim Gakkumdu karena ditemukan unsur pidana. Karena itu mereka ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kasat Reskrim, Iptu Rezki Kholiddiansyah (4/5/2019).

Karena itu, menurut Kasat Reskrim, pihaknya sudah mengirim surat panggilan ke delapan saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

Penyidik, kata Rezki, sudah menjadwalkan pemeriksaan saksi itu dilakukan pada Senin (6/5/2019).

“Ketujuh tersangka tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun penjara,” ujarnya.

Ketujuh tersangka dinyatakan melanggar Pasal 516 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Untuk menyelesaikan kasus tersebut, penyidik punya waktu 14 hari kerja,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Utara.[]

0Shares