Aceh Figur Industri dan UKM

Indra Budiman, Penggiat Urban Farming Hidroponik di Bireuen

206Shares

Siang itu suasana halaman sebuah pabrik penggilingan padi di kawasan Cot Bada,  Kecamatan Peusangan, Bireuen tampak lengang.

Dari kejauhan shelter kecil dengan susunan paralon yang tersusun rapi didalamnya tampak sayuran hijau tumbuh subur.

Indra Budiman adalah sosok petani urban dibalik suburnya sayuran dengan sistem tanam hidroponik itu, pemanfaatan lahan terbatas untuk bertani, menyebabkan teknik hidroponik tersebut menjadi pilihan. Hidroponik adalah sistem pertanian yang memanfaatkan  media tanam berupa pipa paralon yang dialirkan air kedalamnya, dan  menghasilkan sayur bebas pestisida.

“Sudah setahun saya menekuni urban farming ini” ujar indra kepada media ini,

Bapak dari dua anak itu menuturkan pengalamannya bagaimana awal mula ia tertarik untuk memulai bertani dengan system hidroponik tersebut.

“Selama ini saya memanfaatkan media internet untuk menggali informasi, bagaimana tip dan trik yang benar untuk bertani menggunakan sistem hidroponik”. Sambungnya lagi saat ditanyai awal mula ia mengenal sistem pertanian yang terbilang tidak familiar itu.

 

“Lahan uji coba awalnya, saya memanfaatkan pekarangan belakang rumah, dengan luas lahan 4×5 meter, waktu itu” ungkapnya

Seiring berjalannya waktu, dari hasil kegigihannya, Indra kini telah telah memiliki satu shelter yang ia bangun didepan pabrik padi milik orang tuanya.

Shelter tersebut telah menarik minat banyak kalangan untuk datang dan bertukar informasi, serta tak jarang para pengunjung membeli sayur-sayur dikenal tanpa pestisida itu.

“Selain masyarakat belanja, kadang ada pelajar yang berkunjung untuk melihat, dan belajar langsung” pungkasnya

“Siswa sekolah seperti, Sukma Bangsa juga pernah kesini untuk belajar system penanaman hidroponik ini

Mereka sangat antusias untuk mempelajari sistem tanam hidroponik ini, saya juga  senang ada hal yang bermanfaat bias dipelajari adik-adik kita dalam kunjungan studi mereka”, katanya lagi

Saat ini indra telah memasarkan sayuran tanpa pertisida itu ke sejumlah pusat perbelanjaan di Bireuen dan Kota Lhokseumawe, Namun Indra masih kesulitan untuk memasarkan hasil pertaniannya secara luas, hal itu disebabkan kurangnya informasi manfaat dari mengkonsumsi sayuran dari hasil sistem tanam hidrponik.

“Sayuran hidroponik ini adalah sayur yang bebas dari pestisida, tentunya bebas dari kontaminasi bahan-bahan kimia yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan” jelasnya

Jenis sayuran yang dibudidayakan juga beragam, mulai dari jenis Sawi-sawian dan Selada, seperti Pakcoy, Selada hijau, dan juga Selada merah.

Harapan Indra kedepannya sistem urban farming hidroponik itu dapat berkembang dengan baik, sehingga sistem pertanian ini tidak asing lagi bagi masyarakat luas.

Tentunya perhatian pemerintah juga sangat dibutuhkan untuk mendorong sistem pertanian ini semakin dikenal, khususnya, dengan menyediakan pasar bagi petani hidroponik untuk mensuplai hasil pertaniannya secara luas.

Serta menjadi motivasi agar tercipta petani urban lainnya melalui diseminasi informasi untuk mewujudkan jiwa kewirausahaan masyarakat melaui sektor ekonomi kreatif, sehingga berdampak positif bagi terciptanya lapangan kerja baru bagi masyarakat. Semoga …

206Shares