BERITA Dunia MotoGP2019 Olah Raga

Akankan Marquez Mengunci Gelar Pasca-Crash?

0Shares

Aceh.news | Seri MotoGP Thailand Sirkuit Internasional Chang, Buriram, pekan ini menjadi pertaruhan buat kandidat juara, Marc Marquez. Pebalap Repsol Honda Team tersebut berpeluang mengunci gelar juara MotoGP 2019. Namun, cedera yang dialaminya bisa saja menjadi penyebab lepasnya peluang tersebut, meski Marquez tetap unggul dalam jumlah poin sementara dengan pesaing terdekatnya.

Insiden horor dialami Marquez pada sesi latihan pertama alias FP1, Jumat siang. Marquez terjatuh saat melintasi Tikungan 7 ketika sesi FP1 menyisakan beberapa menit. Pebalap asal Spanyol itu pun terlihat mengalami kesakitan dan harus dibantu oleh petugas lapangan untuk meninggalkan sirkuit.
Ia dikabarkan mengalami cedera pada kaki kiri dan punggungnya sehingga dikhawatirkan akan mengganggu penampilannya, hari Minggu. Manajer Repsol Honda Team, Alberto Puig, memastikan bahwa sang pebalap baik-baik saja.

“Marquez telah menjalani perawatan di pos kesehatan dan kemudian dilarikan ke rumah sakit. Beruntung, dia baik-baik saja. Ia sudah menjalani MRI di sana, dan semuanya kelihatan oke. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hari ini kami sedang beruntung,” ungkap Alberto Puig.

Puig menjelaskan, Marquez melaju terlalu melebar saat itu, dan sepertinya ban belakang motornya sedikit menginjak pasir. Hal itulah yang diyakini Puig membuat Marquez tergelincir dan jatuh.

Penegasan Puig seolah mendapat pembenaran karena Marquez tetap menjalani sesi latihan bebas kedua (FP2). Setelah itu, agenda dilanjutkan Sabtu dengan FP3 dan kualifikasi.

Marquez sendiri mengaku baik-baik saja dan lega. Sempat dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan fit untuk meneruskan balapan, Marquez lega karena tidak mengalami patah tulang, meski merasakan sakit di mana-mana.

“Hal pertama yang kulakukan setelah dari rumah sakit adalah memeriksa mengapa aku jatuh, dan kemudian tentu saja aku melaju jauh lebih lambat daripada putaran biasa, karena aku kan mau keluar dari boks,” Marquez mengatakan dikutip Crash.

Ia mengaku saat itu memakai ban-ban baru dan lintasannya tidak cukup bersih. “Tapi perbedaan utamanya adalah biasanya di tikungan itu, kami tidak sepenuhnya menutup gas. Kami cuma sedikit menutup gas, tapi tidak ditutup. Dan di putaran itu, aku menutup gas. Ketika Anda menutup gas, mesin pengereman bekerja dan setelahnya adalah roda belakangku terkunci.”

Marquez menegaskan kejadian itu bukan sebuah masalah mekanik, tapi lebih pada kesalahannya sendiri. Tapi hal itu karena ia melaju dengan lambat. “Tapi kukira lebih dari perubahan gaya membalap, hal itu lebih karena mungkin ban-bannya tidak siap atau mungkin aku berada di jalur trek yang sedikit kotor. Jadi sulit dipahami,” sahut dia.

Sirkuit International Chang bisa menjadi sejarah bagi Marquez. Pebalap berusia 26 tahun itu bisa mengunci gelar juara dunia 2019 dengan perolehan seburuk-buruknya dua poin di sini. Keberhasilan Marquez menjuarai balapan MotoGP Aragon dua pekan lalu membuat koleksi poinnya di klasemen menjadi 300.

Kecelakaan itu bisa saja mengganggu tetapi bisa juga membuat Marquez semakin waspada di setiap tikungan. Jadi, peluangngnya untuk mengunci gelar tetap besar. Namun, ketika juara MotoGP 2019 sudah terjawab, maka keseruan seri berikutnya menjadi berkurang.[Ayi]

0Shares