BERITA Nasional

Dikepung Densus 88, Istri Abu Hamzah Ledakkan Diri Bersama Tiga Anaknya

0Shares

Sumatra Utara | Anews – Solimah, istri dari terduga teroris Husain alias Abu Hamzah lebih memilih meledakkan diri menggunakan bom rakitan saat dikepung aparat kepolisian. Perempuan itu tewas bersama tiga anaknya dengan kondisi menggenaskan,

Dilansir dari Detik.com, Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Adrianto mengungkap identitas korban yang merupakan istri terduga teroris , Husain alias Abu Hamzah, perempuan yang meledakkan diri dengan bom rakitan di Sibolga, Sumatera Utara itu bernama Solimah dan berasal dari kota Padang Sidempuan.

Agus mengatakan, tim saat ini sedang melakukan identifikasi terhadap potongan jasad korban lainnya,

Sedangkan identitas Solimah telah diketahui usai pemeriksaan awal terhadap potongan tubuh di lokasi kejadian.

“Sebagian tubuh korban hancur dan serpihan tubuhnya masih tinggal di lokasi kejadian. Karena tubuh korban terpental sekitar 70 meter dari rumahnya, maka tim DVI masih bekerja untuk memastikan potongan tubuh lainnya.

Dari hasil sementara menurut penemuan tim, itu tubuh orang dewasa. Dan itu dapat terlihat dari potongan tubuh yang tersisa” kata Agus, Rabu (13/03)

Agus mengatakan, ledakan yang terjadi pada Rabu dini hari itu juga mengakibatkan sejumlah rumah warga rusak. Dia meminta warga melapor ke Pemerintah setempat terkait perbaikannya.

“Kita berharap pada Bupati Tapanuli Tengah beserta Walikota Sibolga agar mendata dan melaporkannya ke pemerintah pusat. Dengan harapan dana perbaikan diajukan untuk ditampung di APBD masing-masing” sambungnya.

Informasi yang didapat dari warga, kehidupan Abu Hamzah dan istrinya berubah setelah pulang dari pulau Jawa. Namun ada juga beberapa orang dari tetangga tidak mengenal pasti kedua orang tersebut.

“Suaminya itu (Husain alias Abu Hamzah) asalnya Sibolga dan marganya Simatupang. Bekerja memperbaiki lampu listrik, kalau istrinya kita kurang tahu asalnya dari mana” kata warga.

Solimah lebih memilih Istri Abu Hamzah itu memilih meledakkan diri menggunakan bom rakitan saat dikepung pihak kepolisian, perempuan itu tewas bersama anaknya dengan kondisi jasad tidak utuh.

Pengepungan rumah Abu Hamzah yang dihuni istri dan anaknya dilakukan Selasa (12/3) setelah Abu Hamzah terlebih dulu ditangkap tim Densus 88. Saat tim datang, terjadi ledakan bom yang melukai seorang polisi dan warga.

Tak cuma itu, Abu Hamzah turut diboyong ke lokasi untuk membujuk istrinya, tapi upaya itu pun tak berhasil.

“Abu Hamzah mengatakan kepada penyidik Densus kalau istrinya itu lebih keras pemahamannya dibanding dia. Lebih militan istrinya, makanya setelah dilakukan negosiasi selama 10 jam, istrinya nekad melakukan bom bunuh diri tersebut” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjend Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Disela terjadinya ledakan bom rakitan, polisi meminta bantuan petugas pemadam kebakaran agar api tak menyebar ke rumah warga.

Dari keterangan sementara, Abu Hamzah merakit puluhan bom, Empat bom aktif diantaranya dibawa istri.

Sumber : Detik.com

0Shares