Aceh BERITA Industri dan UKM

Dosen Unimal Bantu Perajin Kerupuk Ubi di Bireuen

0Shares

Sejumlah dosen dari Universitas Malikussaleh memperkenalkan tungku hemat energi bagi para perajin kerupuk ubi di Desa Blang Keutumba Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Dengan program pengabdian kepada masyarakat, diharapkan kedepan perajin kerupuk ubi mampu meningkatkan produksi dengan biaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Bireuen, ANews– Aceh dikenal sebagai lumbung energi nasional, pun begitu tidak semua aktivitas masyarakatnya menggunakan gas elpiji sebagai energi di dapur industri. Salah satunya para pemilik industri kecil maupun UMKM, Pengrajin kerupuk ubi di Gampong Blang Ketumba Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Mereka menggunakan kayu bakar sebagai penghidup energi dapur miliknya.

Sejumlah dosen dari Universitas Malikussaleh memperkenalkan tungku hemat energi bagi para perajin kerupuk ubi di Desa Blang Keutumba Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Dengan program pengabdian kepada masyarakat, diharapkan kedepan perajin kerupuk ubi mampu meningkatkan produksi dengan biaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Menurut Muhammad, dengan dapur hemat energi tersebut, masyarakat yang tergabung dalam kelompok usaha kerupuk ubi tersebut bisa menekan biaya produksi, sehingga memberikan lebih banyak keuntungan.

Dapur yang sebelumnya mereka gunakan, hanya bisa digunakan untuk satu penggorengan. Dengan dapur hemat energi, dalam satu kali penggorengan bisa menggunakan dua wajan besar,” ungkap dosen Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh, Muhammad, Kamis (29/8/2019).

Menurutnya, program yang diketuai Dr Trisna tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung sejak Juli sampai September mendatang. “Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi penggunakan kayu bakar dan perbaikan mutu produk yang lebih sehat pada kelompok usaha kerupuk ubi,” tambah Muhammad.

Selain membantu kelompok usaha keripik ubi dalam membangun dapur hemat energi, kata Muhammad, pihaknya juga mendorong kelompok usaha tersebut menggunakan plastik ramah lingkungan dan sehat. Dia mengharapkan, kedua kegiatan tersebut bisa menginspirasi kelompok usaha lain untuk membangun jenis dapur hemat energi.[]Sumber: unimal.ac.id

0Shares