Aceh BERITA Ekonomi Pase Ramadhan

Harga Komoditi Pertanian Anjlok, Ekonomi Masyarakat di Pedalaman Mulai Lesu

0Shares

Lhoksukon | Anews — Anjloknya harga komoditas pertanian disertai mulai berkurangnya intensitas hasil panen dua pekan terakhir berdampak pada lesunya perekonomian masyarakat di pedalaman, apalagi hal ini terjadi disaat sejumlah komoditas pertanian tidak sedang dalam masa panen.

Seperti pantauan Anews di Gampong Seumirah, Kecamatan Nisam Antara, Sabtu (18/05), aktivitas pasar mingguan tampak sepi pembeli, meskipun hari ini sudah memasuki hari ke 13 Ramadhan.

Lengangnya aktivitas perekonomian masyarakat di pedalaman Aceh Utara itu dikarenakan anjloknya berbagai harga komoditas pertanian selama bulan Ramadhan kali ini,

Khalidin, salah satu warga kepada Anews menuturkan, “Harga jual hasil tani turun drastis sepekan terakhir, pinang basah hanya dibeli seharga Rp.7500 perkilogram oleh para tengkulak, begitu juga pinang kering seharga Rp. 14.000, padahal ini bukan lagi masa panen, dan itu harga sudah cukup lama bertahan, seharusnya harga pinang sudah naik, mengingat hasil sudah menipis.

Pala yang mahal harganya, Rp 38.000, namun belum memasuki masa panen, dan  yang sangat menderita kami ini harga sawit, Rp. 750 perkilogram, gimana mau belanja ke pasar, belum lihat duit sudah habis” keluhnya

Hal senada juga disampaikan Hamidah, ibu rumah tangga itu menuturkan, “Ramadhan kali ini kita sepi, musim panen mulai berakhir, aktivitas mengupas pinang juga sudah mulai langka,

Biasanya dalam sehari, ibu-ibu dan anak-anak disini mampu mengumpulkan Rp. 24.000 hingga Rp. 60.000 perorang hanya dengan mengupas pinang yang perkilogramnya dibayar Rp.1200, tidak ada sumber pencaharian minggu ini, kepasar juga hanya lihat-lihat dulu, Ujar wanita paruh baya itu.

Kondisi anjloknya harga hasil panen juga berbarengan disaat sejumlah komoditas pertanian tidak sedang dalam masa panen, memicu lesunya aktivitas perekonomian di daerah pedalaman tersebut, meskipun hari yang Fitri hanya menyisakan dua pekan lagi.[]

0Shares