Aceh BERITA Politik

Husaini MH Rangkul Anak Korban Konflik di Lhokseumawe

16Shares

Lhokseumawe | Anews – Eks TNA-Sayap Militer GAM- yang juga mantan anggota DPRK Kota Lhokseumawe periode 2009-2014 melalui partai lokal (red, partai Aceh) Husaini MH yang kerap disapa Moro, merangkul para anak syuhada korban konflik di seputaran Muara Satu, Lhokseumawe.

Husaini yang juga merupakan Caleg DPR-RI Nomor urut 4 partai PDI-P Dapil 2 Aceh tersebut menyampaikan keprihatinan yang membatin dari dirinya melihat nasib anak-anak syuhada Aceh yang belum mendapat perhatian khusus dari Pemerintah.

“Malam ini saya mengumpulkan adik-adik disini untuk merangkul seluruh anak syuhada yang belum mendapatkan perhatian,

Selama ini moral saya selaku eks kombatan dan seperjuangan dengan ayah kalian membantin melihat kurangnya perhatian terhadap masa depan anak syuhada di seluruh Aceh, khususnya dibidang pendidikan, tempat tinggal dan kesejahteraan, maupun pekerjaan.

Bahkan hingga hari ini masih ada korban konflik yang belum memiliki rumah, padahal itu semua tanggung jawab kita (red, eks kombatan) untuk memperjuangkan hal tersebut”, kata Moro membuka acara konsolidasi bersama korban konflik untuk pemenangan Husaini MH di Batuphat (12/03), Muara Satu, Lhokseumawe.

Pantauan Aceh.News, dalam kesempatan yang dihadiri puluhan korban konflik tersebut tampak juga beberapa Eks kombatan yang mendampingi Husaini, diantaranya; Amni Bin Ibni, dan beberapa sejawat lainnya.

“Selama ini kita seharusnya sudah bisa mewujudkan kesejahteraan anak para syuhada, baik itu melalui pendidikan, pekerjaan, kesejahteraan maupun tempat tinggal yang layak, saya tidak tahu dimana kesalahan yang terjadi,

Maka pada pileg 2019 kali ini saya mencalonkan diri sebagai Caleg DPR-RI melalui PDI-P yang memiliki progres positiif di tingkat nasional sebagai partai besar” tambahnya.

Perihal partai yang menjadi kendaraan Husaini untuk menuju senayan juga sempat menjadi pertanyaan dari sejumlah peserta konsolidasi,

Namun Husaini menjelaskan  secara detail termasuk pengaruh parlementary trahshold yang menjadikan PDI-P berada di peringkat pertama nasional, sangat menentukan aspirasi yang diajukan di daerah.

“Kita tidak bisa memisahkan politik nasional dan Aceh hari ini, sebelumnya kita sudah pernah kirimkan Dewan ke senanyan,

Hingga saat ini belum ada program yang menyentuh langsung anak syuhada maupun eks kombatan, makanya kita kali ini tidak ingin salah mengirim orang” kata Moro.

Acara konsolidasi tersebut berakhir hingga pukul tengah malam, dengan harapan tim yang sudah dibentuk bekerja maksimal untuk pemenangan Husaini MH,

“Ini kesempatan besar untuk kalian semua, bukan pribadi saya, bila saya terpilih saya akan memperjuangkan hak kalian di tingkat nasional,

Hari ini sudah ada komplek perumahan korban Tsunami di Aceh, tapi belum ada komplek perumahan Aneuk Syuhada di Aceh” tutup Moro yang mendapat antusias dari para anak syuhada yang berasal dari berbagai kawasan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. []

 

16Shares