Aceh Adventure BERITA Ekonomi Industri dan UKM Knowledge Sharing Pariwisata Trivia

Keripik Saree, Oleh-oleh Para Traveler

0Shares

Membeli Keripik Saree sebagai oleh-oleh seakan menjadi suatu keharusan bagi masyarakat Aceh yang melintasi kota Saree dalam perjalanannya, Keripik ini menjadi makanan ringan favorit ketika anda menghabiskan waktu dalam kendaraan saat menuju ke Medan maupun Banda Aceh.

Kripek bila mengacu pada kamus besar Bahsa Aceh dapat diartikan menjadi Keripik, sedangkan kata Saree adalah nama kota dimana bahan dasar serta proses pembuatannya terjadi.

Pengusaha keripik Saree adalah para pedagang yang memiliki transparansi tinggi, salah satu buktinya mereka memperlihatkan secara langsung bagaimana proses pembuatan cemilan ini dengan membuat dapur terbuka disamping jejeran dagangan mereka.

Kali ini saya berkesempatan mengunjungi dapur kripek Saree UD. Berkah Jaya yang berada di lintas nasional Medan-Banda Aceh, tepatnya di Gampong Sukadamai, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar.

Bagi sahabat yang ingin mengunjungi tempat ini tak perlu repot-repot bertanya kesana-sini mencari lokasinya, cukup mengetik koordinat 5,4277787.95,7168556 pada aplikasi GoogleMaps, lalu tekan panel petunjuk arah maka secara otomatis suara pemandu Google yang khas itu akan membawa anda ke tempat tujuan.

Teman bincang saya hari ini adalah Iqbal, pria paruh baya yang sudah empat tahun lebih menggeluti profesi ini, Walaupun ini adalah pertemuan kami untuk yang pertama kalinya, namun Iqbal sangat ramah dan sangat antusias memberikan berbagai informasi kepada saya.

Alasan Iqbal membuat dapur terbuka di pinggir jalan dengan tujuan agar orang-orang yang membeli Keripik ini bisa melihat langsung bagaimana proses pembuatannya, karena tidak ada lisesnsi dari BPOM pada kemasan kripek Saree, Aceh Besar ini.

Alasan ini pula agar masyarakat tidak ragu dengan proses, bila perlu silahkan menginap beberapa hari untuk melihat proses pembuatannya, kurang lebih begitulan kalimat yang saya cerna dari pria kelahiran Saree yang memiliki badan proporsional itu.

Kripik Saree terbuat dari Ketela, Ketela yang sudah dikupas, dicuci dulu sebelum dimulai proses penggorengan, proses penggorengan makanan ringan ini memakan waktu yang cukup singkat, hanya butuh waktu 5 menit saja agar makanan ringan ini matang.

Setelah melalui proses penggorengan, Keripik Saree di tambahkan bumbu yang sudah diracik sebelumnya untuk mendapatkan beberapa jenis rasa. Ada dua jenis Ketela yang digunakan yaitu Ketela Mentega dan Ketela Ungu, bahan dasar ini diperoleh dari masyarakat setempat yang berprofesi sebagai pekebun, jadi bagi pengusaha Keripik Saree tidak perlu mencari bahan dasar hingga keluar kota, karena mayoritas penduduk setempat adalah pekebun.

Ada tiga varian rasa Kripek Saree yaitu rasa original, rasa jagung dan rasa sambal, masing-masing varian rasa ini memiliki harga yang berbeda per kilogramnya, Keripik Saree rasa original dijual dengan harga Rp. 30.000,- per kilogram, Keripik Saree rasa jagung dijual dengan Rp. 50.000,- per kilogram, sedangkan Keripik Sare rasa sambal dijual dengan Rp. 40.000,- per kilogram.

Dapur Keripik Saree ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 Wib hingga pukul 02.00 Wib, pada hari dengan rutinitas jalan yang sepi Keripik Saree usaha milik Iqbal itu terjual sebanyak 90 kilogram perhari, namun untuk hari dengan rutinitas jalan yang ramai Iqbal mampu menjual hingga 150 kilogram perhari, saat ini dengan adanya dapur terbuka seperti itu, omsetnya terus meningkat, saya coba buka rahasia, ternyata omzet Iqbal perharinya bisa mencapai angka Rp. 6000.000,- dari penjualan Keripek Saree saja, Keren Bukan?! []

Oleh Muli Azhar

*Penulis adalah Traveler asal Lhokseumawe

0Shares