Aceh BERITA

Laka Lantas, Dilindas Intercooler Seorang Guru Tewas di Blang Panyang

0Shares

Lhokseumawe,ANews– Sebuah Kecelakaan Lalu Lintas melibatkan Mobil pengangkut barang Intercooler dengan pengendara sepeda motor (sepmor) terjadi di jalan Medan – Banda Aceh, kawasan Blang Panyang Kota Lhokseumawe, pada Selasa (27/08/2019) pukul 17.00 WIB sore, dikabarkan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban Meninggal merupakan Pengendara sepmor.

Tabrakan maut itu persis berada dekat lokasi Pabrik Pembangkit Listrik Jawa – Bali (PJB) Blang Panyang Lhokseumawe.

“Pada saat Saya datang ke lokasi untuk olah TKP, si korban sudah berada di tengah badan jalan. Terlentang dan pecah Kepala ya”, terang Briptu Afni Mahendra Gunawan, didampingi Bripka Husni Mubarak petugas piket dari unit laka lantas Polres Lhokseumawe, dikutip RRI, di lokasi kejadian.

Lanjut Afni Mahendra Gunawan, Sepmor yang di kemudikan seorang laki-laki yang belum diketahui identitasnya itu, tiba – tiba oleng. Sementara si korban yang meninggal berjenis kelamin perempuan terhempas dari atas sepmor jatuh ke badan jalan kemudian di lindas Mobil Intercooler dari arah berlawanan.

“Lalu menurut keterangan dari saksi – saksi dari para pengendara yang berada di belakang sepmor naas itu, bahwasanya si korban ini sebagai yang dibonceng. Namun pengemudi sepmor ini lah lagi kita cari.

Pada saat dalam perjalanan menurut keterangan saksi, si pengendara sepeda motor tersebut oleng dan yang di bonceng tersebut terhempas lalu terjatuh hingga dipijak, di lindas sama kendaraan Mobil dump truck fuso tersebut”, ungkapnya lagi ketika menjelaskan kronologis kejadian.

Hingga berita ini diturunkan Polisi masih mencari tahu nasib si pengendara sepmor satunya lagi, apakah masih dalam keadaan kritis atau bagaimana, karena sudah dilarikan ke rumah sakit.

Sementara untuk informasi Sementara yang sudah dikumpulkan Polisi terhadap identitas korban meninggal dunia diketahui bernama Juhariati, alamat Dusun Seumatang, Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Status korban di KTP cerai hidup.

Sedangkan keterangan tambahan lainnya yang diperoleh di lapangan, menyebutkan korban berprofesi sebagai seorang Guru, tetapi di KTP tertera Mengurus Rumah Tangga.[] Sumber: KBRN

0Shares