AKALSEHAT BERITA Nasional

Mahasiswa Pertanyakan Tujuan Aksi Pelajar yang Banyak Diwarnai Kericuhan

0Shares

Jakarta–Aceh.news | Demo massa pelajar yang di gedung DPR/MPR banyak diwarnai aksi kericuhan. Aksi anarkis massa pelajar ini disayangkan mahasiswa.

Inisiatif dan keberanian massa pelajar untuk turun ke jalan menyampaikan aspirasi soal penolakan RUU KUHP awalnya diapresiasi. Namun tindakan anarkis massa tidak dibenarkan.

“Hari ini siapa pun di Indonesia, siapa pun bisa menyampaikan ekspresi. Jadi tidak ada yang salah dari siswa ini. Ini bentuk kecewaan siswa dari kerja DPR. Tapi memang sangat disayangkan aksi anarkis yang merusak fasilitas umum,” kata Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Dheatantra Dimas, saat dihubungi, Rabu (25/9/)

Dimas menilai pelajar turun ke jalan sebagai bentuk kekecewaan besar masyarakat. Menurutnya, demo pelajar ini bukan fenomena biasa.

“Kalau sampai mereka turun ke jalan, artinya ini keresahan mereka juga, sampai mereka mau turun ke jalan. Ini kan berarti masalah yang besar. Dan disebabkan DPR dan pemerintah juga tidak kooperatif,” ujar Dimas.

Hal senada disampaikan Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI, Elang. Elang senang karena kesadaran masyarakat karena resah pasal karet di RUU KUHP.

“Anak STM narasinya menolak RKUHP juga kan. Bahwa substansi aksi tersebut, oke, kami sangat senang bahwa awareness publik ini ada, bahkan sampai ke adik-adik kelas kami. Tapi apakah di situ ada kekerasan di situ pun kami sayangkan,” ujar Elang.

Namun, Elang menyayangkan demo massa pelajar diwarnai kericuhan. Hal tersebut, menurutnya, tak perlu terjadi.

“Tentu disayangkan (terjadi kericuhan) karena bahwa ingin melakukan aksi itu merupakan hak setiap warga negara. Tapi bahwa terjadi kericuhan itu patut disayangkan ada kericuhan di situ,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua Dewan Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, Sultan Rivandi, mengatakan demonstrasi ialah upaya menyampaikan aspirasi atas persoalan masyarakat agar direspons pemerintah maupun DPR. Demonstrasi bukan untuk mencari kerusuhan.

“Saya belum pahami betul apa yang melatarbelakangi mereka turun aksi, sehingga terjadi kerusuhan, tindakan anarkis. Mesti diingatkan, demo itu tujuannya bukan untuk kerusuhan, bukan untuk gagah-gagahan. Tapi sebagai sarana komunikasi dari keresahan masyarakat agar diperhatikan pemerintah,” ujar Sultan.

Dalam demo ini, massa pelajar terlibat bentrokan dengan petugas. Mereka juga bahkan melemparkan batu, botol, dan bom molotov ke arah gedung DPR. Massa juga melakukan perusakan fasilitas publik.

Seperti diketahui, sekelompok massa pelajar melakukan aksi unjuk rasa di depan DPR sejak siang tadi. Aksi tersebut tidak hanya dilakukan oleh pelajar STM, tetapi juga siswa SMA hingga SMP. Masa terlibat bentrok dengan aparat hingga polisi menembakkan gas air mata.

Sumber : Detik

0Shares