AKALSEHAT FEATURE Nasional OPINI PEMILUKADA Politik

Rekam Digital Ungkap Siapa dr. Ani Hasibuan, Dokter Gugat Kasus Kematian KPPS Pada Pemilu 2019

0Shares

Anews– Era digital memang kejam, bila di pasir jejak anda anda dapat hilang seketika maka hal itu tidak berlaku di dunia digital, rekam jejak anda berbekas dan bahkan tersebar keseluruhan server hanya dalam hitungan detik saja.

“Jejak kaki di pasir akan terhapus dengan datangnya air pasang, tetapi jejak digital akan bertahan selamanya”

Penulis buku best seller Socialnomics, Erik Qualman, dalam bukunya ‘Digital Leader 5 Simple Keys to Success and Influence’ (2012 :3) menulis satu ungkapan yang cukup terkenal diatas.

Sebenarnya apa yang disampaikan Erik Qualman bisa menjadi pegangan bagi siapa saja yang bermain di dunia digital. Tak terkecuali siapa anda, intelektual kah, politisi, instansi, pejabat resmi maupun masyarakat awam sekalipun, wajib sepertinya memperhatikan nasihat sang ahli digital ini.

Selamanya, benar, selama internet masih ada dan bisa diakses dari mana saja dan kapan saja, jejak digital itu bisa diperoleh oleh siapa saja.

Apa yang dikemukakan oleh Erik Qualman mengingatkan kita para netizen atau warga net, agar lebih berhati-hati dalam membuat status, memasang photo, membagikan video, membuat meme, serta aktivitas lainnya di dunia Maya.

Begitu anda mengunggah, baik dalam bentuk teks, gambar, dan video, saat itu di klik, detik itu juga tersiar langsung ke seluruh dunia dan buktinya tersimpan disejumlah server digital.

Anda tak bisa lagi mencegahnya, meski anda sudah menghapus pesan yang anda kirimkan itu.

Banyak kasus sebelumnya telah mengungkapkan hal tersebut, baik itu cuitan, maupun berbagai pesan lainnya pernah meninggalkan jejak digital meskipun si empunya telah berusaha menghapusnya.

Rekam jejak digital kali ini kembali mengungkap sebuah fakta, Dr Ani Hasibuan, ahli syaraf yang baru-baru ini viral terkait gugatannya terhadap kasus kematian KPPS selama Pemilu 2019 pun mencuat ke publik.

Namanya muncul saat dia menghadap DPR untuk mengadukan tewasnya ratusan penyelenggara pemilu 2019, setelah itu Ani Hasibuan diundang menjadi narasumber¬† dalam talk show di TV One ‘Catatan Demokrasi Kita’ yang membahas ‘Misteri Kematian Ratusan KPPS’ Selasa (07/05/19).

Dalam dialog di program televisi tersebut Ani Hasibuan mengaku bukan siapa-siapa dan tak terlibat sama sekali dalam kubu-kubuan pendukung Capres dan Cawapres 2019.

“Saya tak ikut-ikutan dengan urusan sebelah sini sebelah sana, Saya dokter. Teliti, otopsi. Teman saya di RSCM itu mau bantu kok, ayo dong dipekerjakan” kata Ani Hasibuan seperti ditulis di media Wartakotalive.com, Rabu (08/05/19).

Saat itu Ani Hasibuan hanya peduli pada korban pemilu serentak 2019, namun sejak tampil di televisi, foto-foto dan video dirinya kini ramai serta jadi viral di medsos.

Jejak digital Ani Hasibuan pun di ungkap ke publik, kecenderungan politik dan aktivitas nya terkait pemilu 2019 terekam jelas, sekaligus mengungkap siapa dr Ani Hasibuan itu.

Sebuah akun medsos, @sang_pembantu mengungkap dan membagikan foto terkait aktivitas Ani Hasibuan dan kecenderungan politiknya.

Setelah ditelusuri, jejak digital Ani Hasibuan ditemukan di akun Instagram @anihasibuan1974.

Dalam akun Instagram tersebut terpasang sejumlah foto (mirip) Ani Hasibuan, termasuk juga unggahan video berisi pernyataan Ani Hasibuan yang mengomentari kaus Ahmad Dhani.

Foto Ani Hasibuan memakai seragam dengan logo Garuda merah layaknya seragam timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pun ada.

Ani Hasibuan juga tak ketinggalan menunjukkan jemari khas kode dari Paslon 02 itu.

Terkait hal itu, di sebuah laman berita, Ani Hasibuan mengaku memiliki kecenderungan politik tertentu, namun apa yang ia lakukan terkait tewasnya ratusan penyelenggara pemilu 2019 semata-mata karena kemanusiaan.

Bisa jadi apa yang dilakukan Ani Hasibuan mengusulkan pengusutan kasus tewasnya ratusan penyelenggara pemilu adalah urusan pribadi dan murni didorong oleh karena rasa kemanusiaan.

Namun, di era digital seperti saat ini, orang akan dengan mudah dan sangat cepat untuk mengetahui track record seseorang.

Netizen atau warga net hanya dalam hitungan detik akan langsung dapat mengungkap jejak digital seseorang dan menunjukkan siapa dr Ani Hasibuan sebenarnya.[]

Sumber: wartakota

0Shares