Aceh BERITA Budaya Figur

Nazar: Meski Sudah Mendunia, Kopi Gayo Tetap Harus Dipromosikan

0Shares

“Kita salut sama Bang Fikar W Eda yang selalu loyal mempromosikan Aceh, terutama produk produk atau komoditi kopi Gayo. Meski kopi gayo sudah sangat lama dikenal dunia dan memang diekspor hingga ke Eropa dan kawasan Amerika tetapi promosi tetap harus dilakukan,”

Jakarta, ANews– Ekspedisi Seni Kopi Gayo Ngopi Ngopi Bareng Seniman yang digelar di kafe dan restoran The Atjeh Connection, Sarinah, Jakarta, Jumat (23/8/2019) ternyata juga mendapatkan apresiasi dari Muhammad Nazar mantan ketua Presidium SIRA dan juga Wagub Aceh periode 2007-2012.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Nazar mengatakan bahwa promosi kopi gayo yang terus berlanjut memang perlu dibuat dengan berbagai cara.

“Kita salut sama Bang Fikar W Eda yang selalu loyal mempromosikan Aceh, terutama produk produk atau komoditi kopi Gayo. Meski kopi gayo sudah sangat lama dikenal dunia dan memang diekspor hingga ke Eropa dan kawasan Amerika tetapi promosi tetap harus dilakukan,” ungkap Nazar di Atjeh Conncetion, Sarinah, Jum’at (23/8/2019), dilansir ANews dari aspek.id.

Nazar menyatakan, produk produk Eropa, Asia, Amerika dan negara negara lain di dunia tidak pernah sepi dari promosi meski produk sudah sangat dikenal lama. Iklan dan strategi seni budaya merupakan pola yang efektif dalam mempromosikan sesuatu, bisa membuat orang tertarik dan apalagi ada simulasinya dan penjelasannya.

Intinya, siapa yang bisa menciptakan dan merobah selera pasar, termasuk dalam hal produk atau industri makanan, minuman dan lain-lain ya itulah diantara penguasa ekonomi yang sukses.

“Acara ini juga untuk melestarikan beberapa jenis seni asal dataran tinggi sebagai khazanah budaya nasional Aceh . Kita bisa membangun jaringan berkelanjutan di acara itu. Itu penting dibuat lebih sering di luar Aceh terkait produk produk dan komoditi agar nilai tambahnya akan lebih banyak dan bisa merobah kultur sosial ekonomi menjadi lebih bersemangat, sekaligus tumbuh keinginan berinovasi hingga ke hilir, bukan sekedar menguasai kebun kopi tanpa menguasai pasar,” ajaknya.

Mantan pendukung referendum ini juga mengapresiasi The Atjeh Connection yang terus menggunakan produk kopi Aceh asal dataran tinggi gayo dan memfasilitasi kegiatan tadi. Menuruntya, warga bahagia jika semakin banyak masyarakat Aceh yang sukses dan ikut memicu pertumbuhan ekonomi rakyat, terutama petani dan produsen produk terkait serta yang memanfaatkan komoditi tersebut sebagai bahagian dari kegiatan ekonomi mereka.

“Satu produk itu bisa berdampak banyak secara ekonomi, maka itulah masyarakat Aceh harus bisa berinovasi dan mengendalikan sektor hilir supaya profitnya lebih besar,” jelasnya.

Acara ini diawali merapatnya bus PMTOH di depan Gedung Sarinah membawa seniman. Para seniman dari Gayo ini dipimpin oleh Fikar W Eda turun sambil menabuh canang dan menampilkan tarian Guel, menyematkan kain adat ulen-ulen kepada owner The Atjeh Connection Amir Faisal didampingi Direktur Utama (Dirut) Sarinah I Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa, Direktur Bisnis Ritel Sarinah Lies Permana Sarii, Muhammad Nazar, Anita Faisal dan lain-lain.

Kegiatan selama 2 jam ini menampilkan atraksi menggongseng kopi, menampi kopi dan menumbuk kopi. Atraksi ini rangkaian “Ekspedisi Seni Kopi Gayo Ngopi Ngopi Bareng Seniman,” didukung penuh oleh kafe dan restoran Atjeh Conncetioan, perusahaan ekspendisi alat berat dan kimia PT Trans Continent, Garuda Indonesia, Citilink, Atjeh Connection Foundation, Alleira, Kahawa Bros Nusantara dan Sariayu Martha Tilaar.

Sejumlah direksi BUMN hadir antara lain Dirut Garuda Indonesia Ari Askhara, Dirut Krakatau Steel Silmy Karim, Direktur Wika Beton I Ketut Pasek S Putra, Sekjen Kementerian Perdagangan Oke Nurwan, CEO PT Trans Continent Ismail Rasyid dan lain-lain.[]

0Shares