BERITA Otomotif

Pemerintah Atur Tarif OjOl, 2 Ribu Rupiah per KM?

23Shares

Jakarta, Anews – Sempat menimbulkan pro dan kontra sesaat, pemerintah akhirnya menerbitkan aturan terkait ojek online dalam Peraturan Menteri (PM) Nomor 12 Tahun 2019.

Banyak aspek yang tertuang dalam Permen ini, salah satu yang diperhatikan ialah tarif.

Hanya saja, detail tarif ini akan disebutkan dalam Surat Keputusan (SK) yang saat ini sedang dirumuskan.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi mengatakan, tarif ojek online ini akan dibatasi melalui tarif batas atas dan tarif batas bawah.

“Tetap ada tarif batas atas dan tarif batas bawah. Awalnya ada yang mengusulkan tidak perlu tarif batas atas, tapi masukan YLKI itu harus ada untuk melindungi konsumen, kita akomodir itu,” sebut Budi seperti yang dilansir Liputan6.com.

Budi juga menyebutkan bahwa saat ini masih dibahas dengan beberapa pihak, mulai dari aplikator, driver dan konsumen.

Dari beberapa masukan, Budi menuturkan, untuk aplikator memiliki pola pikir keberlangsungan bisnis masing-masing.

Para pelaku usaha mengusulkan sekitar Rp 2.000 per km.

“Sementara para pengemudi mereka lebih ke short term dan mintanya di atas itu, sekitar Rp 2.400 hanya saja itu belum pasti gross atau nett.

Jadi kita harus mengakomodir semua, bisnis juga tetap berlangsung, driver tetap sejahtera, konsumen juga tidak kemahalan,” ujar Budi.

berdasarkan keterangan yang disampaikan Dirjen tersebut, ia akan memastikan tarif ojek online secepat mungkin. Setelah itu, pihaknya dalam hal ini akan melakukan sosialisasi di beberapa kota besar di Indonesia.

Sumber: Liputan6.com

23Shares