Aceh BERITA

Peringati 14 Tahun Perdamaian Aceh, Mahasiswa Minta DPRA dan Pemerintah Aceh Kibarkan Bintang Bulan

0Shares

Banda Aceh, ANews– Sejumlah Mahasiswa dari berbagai kampus di Aceh, juga turut bersama sejumlah anak korban konflik (Jaringan Aneuk Syuhada Aceh) saat ini sedang melakukan demonstrasi terkait pengibaran Bendera Bintang Bulan di halaman kantor DPRA, Kamis (15/09).

Informasi yang dihimpun ANews, Mahasiswa meminta Bendera Bintang Bulan segera dikibarkan, mengingat 14 tahun sudah umur perdamaian yang terwujud di Aceh.

“Kalau tidak ada Bendera Bintang Bulan dengan siapa Merah Putih berdamai pada 15 Agustus 2005 lalu di Helsinki, Finlandia.

Maka tidak ada alasan lagi baik Bendera dan lambang Aceh belum direalisasikan, padahal jelas sudah termaktub dalam nota kesepahaman MoU Helsinki, bahkan sudah menjadi turunan dalam Qanun No 3 tahun 2013.” Ujar seorang orator.

Mahasiswa juga bergantian membacakan turunan UUPA dihadapan pihak kepolisian yang melarang pengibaran Bendera Bintang Bulan itu.

Mereka juga mempertanyakan atas dasar apa Bendera Bintang Bulan tak bisa dikibarkan, sedangkan turunan UUPA tentang lambang dan Bendera Aceh sudah tertera jelas.

Azhari Cage salah satu anggota DPRA yang menemui mahasiswa meminta agar tidak terburu-buru, seluruh aspirasi mereka akan ditampung, lagi pula saat ini persoalan bendera sedang terus kita bahas bersama, baik itu Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Pusat

“Kita jauh hari sudah mempersiapkan Qanun kekhususan Aceh tentang Lambang dan Bendera Aceh, susah ada Qanunnya, Qanun no 3 tahun 2013.

Namun bendera belum bisa dikibarkan karena tarik ulur tentang gambar Bendera yang sudah diajukan berbenturan dengan aturan pusat

Ini bukan wacana, namun kita di DPRA terus berusaha agar dapat merealisasikan hal tersebut”, jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan sejumlah mahasiswa dari beberapa kampus di Aceh masih bertahan di gedung DPRA, mereka tidak akan bubar sebelum bendera Bulan Bintang dikibarkan beriringan dengan Bendera Merah Putih.[]

0Shares