Aceh BERITA Pariwisata Pase

Tak Hanya di Geurugok, Ternyata Mie Kocok juga Terkenal di Krueng Mane

0Shares

Aceh Utara, ANews– Pagi masih terlalu awal, namun tidak begitu bagi para pemuda yang keseharian mereka adalah pekerja di gerai Mie Kocok Bang Jal, Keude Krueng Mane, Muara Batu, Aceh Utara.

Mulai dari persiapan piring, sendok serta peralatan lainnya untuk sajian mie kocok bagi pelanggan setia sudah siap sedia pada pukul 08.00 WIB pagi tadi.

Mie kocok memang sudah menjadi ikon kuliner di dua kecamatan perbatasan Aceh Utara dan Bireuen, Muara Batu (Krueng Mane) dan Geurugok. Maka tak heran bila terdapat banyak gerai kuliner mie kocok di dua kawasan tersebut.

Kuliner mie yang dikenal dengan paduan mie tepung yang direbus dalam durasi hitungan menit bersamaan dengan tauge, ditaburi potongan daging ayam dan disajikan bersama kuah kaldu ayam yang terbuat dari kanji dan tepung terigu ini sudah menjadi kuliner kesukaan warga sekitar semenjak dulu.

Bahkan di hari-hari tertentu, seperti libur nasional, lebaran, dan hari besar lainnya, gerai mie kocok dipadati oleh para pelanggannya.

Ada beberapa gerai kuliner Mie Kocok di ibukota kecamatan Muara Batu Aceh Utara ini, salah satunya yang cukup ternama adalah Mie Kocok Bang Jal. Pengusaha muda ini berasal dari Gampong Glee Dagang, kecamatan Sawang, dan telah membangun usaha kuliner miliknya dalam satu dasawarsa yang lalu.

Mulai memperjuangkan usahanya dari nol hingga saat ini, setidaknya kini dia sudah memiliki empat gerai kuliner mie kocok, dua terletak di jalan Elak Krueng Mane, dan dua lagi di eks pasar Inpres Keude Krueng Mane.

Menurut penuturan Nanda, salah satu karyawannya kepada ANews, sosok yang kerap disapa Bang Jal ini memiliki jiwa entrepreneur yang kuat. Membangun usaha kiliner dari nol, hanya berbekal ilmu kuliner mie kocok yang dipelajari dari tempat ia bekerja dulu, hingga jatuh bangun dalam membangun usaha kuliner seakan sudah biasa baginya.

Bahkan para karyawan sangat menghormati sosok toke kuliner mie kocok itu, “Bang Jal seluruh usahanya dipercayakan kepada karyawan, dia mengajarkan kami untuk bersungguh-sungguh dalam bekerja, siapa tahu esok kami merantau, ada bekal ilmu tangan (memasak,red) setidaknya” ujarnya.

“Beliau hanya mempersiapkan dan mengantarkan bahan mie dan kuah kaldu, selanjutnya kami meraciknya sendiri di warung, hal ini dilakukan agar kami menganggap usaha ini bahagian dari kami” setidaknya begitulah penuturannya yang bekerja sekaligus penanggung jawab di gerai warung Kantin Sagoe Elak, Krueng Mane.

Lebaran sudah jadi kebiasaan warga untuk menikmati kuliner mie kocok di kawasan ini, bukan hanya dari kecamatan Muara Batu dan Sawang saja, mie kocok bang Jal juga mendapat tempat bagi para penikmat kuliner berbagai kawasan. Selain rasa, lokasi yang strategis menjadi kunci mie kocok Bang Jal mulai dikenal semenjak didirikan delapan tahun lalu itu.

Seakan sudah membudaya dan jadi jajanan wajib, kuliner mie kocok ramai di singgahi semenjak di buka pada hari kedua lebaran kemarin di kawasan Keude Krueng Mane.

“Kalau hari biasa kita buka empat rak, di hari lebaran biasanya tiga rak

Ada beberapa karyawan ambil cuti, jadi ga sanggup kawal empat rak, apalagi ramai pelanggan” kata Nanda.

Di hari biasa, gerai Mie Kocok Bang Jal ini ternyata mampu menghabiskan 30 s.d 40 kilogram mie tepung dalam sehari. Hal itu disebabkan karena mie kocok salah satu jajanan kuliner harian warga.

“Kalau hari biasa palingan habis 30 s.d 40 kilogram mie, untuk empat rak,

Kalau Waktu lebaran biasanya lebih, rata-rata 55 kilogram dalam sehari untuk tiga rak dan waktunya juga palingan lima hari seperti itu, setelahnya seperti hari biasa juga” tutup Nanda.[]

0Shares