Aceh BERITA

Temui Ketua DPRA, Mahasiswa: Njoepat Buku UUPA, Njoepat Taloe ngoen Bendera, Pajan Neupeu’ek Pak!

0Shares

Banda Aceh, ANews– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Muhammad Sulaiman, SE, MSM atau kerap disapa Tgk Amad di Tunong menerima sejumlah perwakilan mahasiswa yang sebelumnya berunjuk rasa di halaman Gedung DPRA dalam rangka peringati 14 tahun Perdamaian Aceh dengan mengibarkan Bendera Bintang Bulan,Kamis (15/08).

Hearing bersama perwakilan adik-adik mahasiswa ini dilaksanakan di salah satu ruangan Gedung, dan membicarakan poin terkait polemik yang sedang dihadapi Pemerintah Aceh, mengapa hingga saat ini belum bisa mengibarkan bendera Bintang Bulan.

Dalam sambutannya dihadapan Mahasiswa dari beberapa kampus, serta sejumlah anak korban konflik Aceh itu, eks Panglima Muda Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Samudera Pase itu mengungkapkan, “jauh sebelum terwujudnya perdamaian di Aceh, kita sudah berjuang puluhan tahun di hutan, tinggalkan keluarga, bahkan gerilya siang dan malam.

Namun satu sikap yang tidak boleh hilang, yaitu sabar. Kita harus bersabar, masyarakat Aceh adik-adik mahasiswa semua harus bersabar. Semua polemik ini sedang kita selesaikan bersama, baik itu Pemerintah Aceh maupun bersama Pemerintah pusat” ujarnya.

Konflik yang berkepanjangan di Aceh akibatkan sudah banyak korban yang berjatuhan, baik itu dari GAM, Masyarakat Sipil dan juga TNI/Polri,Tgk Amat menilai hal tersebut agar tak terulang lagi, dia mengharapkan persoalan ini bisa diselesaikan secara damai dengan pemerintah pusat.

“Jangan ada lagi pertumpahan darah di Aceh, banyak sudah korban berjatuhan saat konflik, baik itu GAM, warga maupun TNI-POLRI, kita selesaikan polemik ini secara damai

Masih menurut Tgk Amad, DPRA sudah membentuk tim pansus untuk mengkaji secara khusus MoU Helsinky, disini kita libatkan para guru-guru kita, akademisi untuk terus mengadvokasi butir-butir MoU dan UUPA agar dapat direalisasikan, sebab itulah dukungan adik-adik mahasiswa sebagai generasi penuarus sangat dibutuhkan, namun bukan dengan cara-cara anarkis, paparnya di hadapan mahasiswa.

Bahkan Tgk Amad menegaskan di hadapan mahasiswa, bukan karena sudah bekerja sebagai dewan dia takut untuk memperjuangkan aspirasi mahasiswa dan rakyat Aceh itu

“Saya berjanji pada seluruh masyarakat Aceh, bendera dan lambang Aceh terus akan saya perjuangkan, karena ini kekhususan Aceh,

Jangan dipikir oleh rakyat Aceh, setelah bekerja sebagai dewan, saya dianggap takut memperjuangkan kekhususan Aceh. Kita akan buktikan itu nanti” tutup Tgk Amad.

Selanjutnya, mahasiswa diberikan hak untuk bertanya.

Salah seorang perwakilan mahasiswa menanyakan kepastian kapan Bendera Bintang Bulan dapat berkibar di Aceh.

“Sudah 14 tahun perdamaian di Aceh terajut namun belum mampu diwujudkan identitas Aceh yang diberi kewenangan untuk memiliki bendera dan lambang sendiri, hingga kapan kami harus bersabar pak?”

Perwakilan mahasiswa lainnya juga turut mempertanyakan kendala yang paling krusial dihadapi Pemerintah Aceh dalam hal Bendera dan Lambang Aceh,

“Dimana kendalanya pak? Sehingga sudah 14 tahun damai di Aceh kami rakyat Aceh belum bisa menaikkan Bendera Bintang Bulan

Kita ingin pemerintah Aceh terbuka dalam hal ini dengan rakyat, kami siap berada di depan untuk menemui pihak-pihak yang mempersulit berkibar nya Bintang Bulan di Aceh.

Satu perwakilan lainnya memberikan seutas tali, bendera serta buku UUPA kepada ketua DPRA dengan harapan dapat memasang Bendera Bintang Bulan dihalaman gedung DPRA, karena sebelumnya pihak kepolisian telah memotong tali di tiang Bendera itu.

“Njoepat Buku UUPA, Njoepat taloe, njoepat bendera pak! (Ini buku UUPA, ini tali, dan ini bendera!), Kapan bapak pasang Bendera Bintang Bulan ini, sudah 14 tahun rakyat kita menunggu, kami sudah coba namun tali-tali tiang bendera sudah dipotong pihak aparat, keluhnya kepada ketua DPR Aceh itu.

Hingga saat ini belum ada titik temu antara mahasiswa dan DPRA terkait bendera dan lambang Aceh, mahasiswa bersikeras agar bendera Bintang Bulan berkibar, bila tidak mereka akan turunkan masa lebih banyak lagi esok hari.[]

0Shares