Aceh AKALSEHAT Fiksi Politik Sosial Budaya

Opera Apa Suman vs Abu Li Pirak (Bagian-II)

Oleh Adam Zainal* “Kenapa kau selalu mengelak kala aku menguliti tentang masalah perjuangan Aceh Suman!?, Bukankah kau sudah hidup mewah pasca damai ini?”, celutuk Abu Li Pirak seolah memancing riuh dikedua tetua yang saban hari berbeda haluan paska damai Helsinky itu. “Sebelum damai ini datang, kehidupanku memang sudah begini adanya, Abu!, Beda dengan kau!, dulu […]

AKALSEHAT FEATURE Fiksi

Apa Suman; Kejahatan di Balik Peci

Cerpen Oleh Adam Zainal* “Ada sekelumat asa, harapan, juga kecewa pada jiwa-jiwa yang tulus. Mereka tidak faham apa yang disebut dengan politik, yang mereka tahu jubah dan Peci adalah kebaikan (tanda kesucian), juga alas untuk menjanjikan kemakmuran, kesejahteraan, terlepas siapa insan yang mengenakan jubah dan peci suci tersebut,” kata Apa Suman. Aku mengamati dengan seksama […]

Fiksi Sosial Budaya

Belajar dari ‘Pak Abu’

Cerpen Oleh Lisa Ulfa* Asap mengepul dari kopi yang baru saja disuguhkan oleh seorang lelaki paruh baya berkulit sawo matang. “Pelayan!,” Aih.. rasanya tidak cocok jika gelar itu dipakai pada seorang penjaga warung kopi di kampung-kampung. Bagi masyarakat kelas bawah tidak ada yang namanya pelayan meskipun setiap hari mereka memperlakukan pelanggan dengan baik dan penuh […]

Fiksi

Bunda Belia

Cerpen Oleh Ayi Jufridar* “Kita berkumpul bukan untuk menyesali masa lalu, justru untuk menyiapkan masa depan.” Kalimat itu lebih menyerupai mantra yang dirapalkan setiap kami bertemu. Malam Minggu, kami laksana para gadis yang sibuk menyambut kedatangan pujaan hati. Kami berdandan—entah untuk siapa—agar terlihat lebih cantik dibandingkan hari biasa (atau setidaknya begitulah pandangan kami). Muna sering […]

Fiksi

Buluh Perindu

CERPEN Oleh Ayi Jufridar* Ceritanya tidak mengerikan, tapi mengharukan. Dulu ada seorang pemuda kampong bernama Hamid minta pada ibunya untuk melamar Hasnah. Tapi lamaran itu ditolak karena Hamid seorang pemuda miskin yang tidak punya apa-apa. Bukan itu saja, orang tua Hasnah juga menghina Hamid dan ibunya karena berani melamar putri mereka. Sebenarnya, panjat gunung tidak […]