Industri dan UKM Knowledge Sharing

Kecap Cap Singa Representasi Bumbu Masakan Asia

0Shares

Langsa, ANews– Masih ingatkan masa-masa mencampurkan nasi putih, minyak dan kecap ditambah sedikit garam, kemudian diaduk rata sehingga jadilah sebuah menu sederhana sebagai sarapan yang gurih di pagi hari.

Benar, hal itu adalah sesederhana mungkin salah satu manfaat kecap yang pernah kita gunakan, bila pernah merantau atau seorang mahasiswa tentu hal itu tidaklah seasing mungkin.

Di berbagai gerai kuliner kecap juga mendominasi bahagian dari bumbu masakan, Mie Aceh, Mie Bakso, Soto Ayam, Sate Matang, dll, hampir dapat dipastikan tanpa kecap hambar terasa.

Kecap cap Singa atau kita sering mendengar nya dengan sebutan Kecap Langsa–Kota dimana perusahaan tersebut berdomisili– adalah sebuah perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 1929, usaha tersebut didirikan oleh Tjia Khiun keturunan Tiong Hoa. Kini usaha tersebut diteruskan oleh cucunya, Kharifudin Ciawi, atau akrab disapa Apuk.

Apuk meneruskan usaha kakeknya itu sejak 1970. Pabrik kecap yang dibangun di tanah seluas 25 x 50 meter per segi itu mempekerjakan 35 karyawan. Saban kali produksi mereka menghasilkan 150 hingga 250 lusin kecap aneka ukuran botol.

Ruko bercat putih yang merupakan pusat penjualan kecap ternama di Aceh ini bisa anda temukan dengan mudah di jalan Iskandar Muda kota Langsa,Aceh-Indonesia.

Memasuki ruko tersebut anda menemukan meja panjang di sebelah kiri, disana terkesan seperti reseptionis, di belakang karyawan tersebut terdapat berbagai jenis ukuran botol kecap yang akan di jual kepada para pelanggan.

Nah, jika ingin melihat langsung proses pembuatan kecap tertua di Aceh ini, Anda harus meminta izin terlebih dahulu, bangunan tua di belakang ruko itu merupakan bangunan yang dijadikan tempat produksi kecap.

Di ruang itu para karyawan saban hari memasak ratusan kilo kedelai sebagai bahan dasar kecap dan menyiapkannya untuk di pasok ke berbagai daerah lainnya di provinsi Aceh maupun Sumatera Utara.

Kecap cap singa sudah mendapatkan tempatnya di hati mayoritas masyarakat Aceh, bilapun ada sejenis kecap yang sama dengan merk berbeda, pilihan pasti akan jatuh ke kecap yang berlabel Singa pabrikan kota Langsa ini.

Dari berbagai literasi, menurut sejarah kecap sudah dikenal di negeri Tiongkok sekitar 3.000 tahun lalu.

Aroma harum dan citarasa gurih membuat kecap diterima luas sebagai bumbu masak utama dalam budaya kuliner Asia.

Kecap dianggap dapat meningkatkan gairah makan, Ini pengalaman pribadi, coba saja anda campurkan kecap dan minyak makan ke nasi yang hendak anda makan, dijamin anda sangat menyukainya.

Pada dasarnya kecap berasal dari bahasa Amoy, yakni koechiap atau ke-tsiap. Dalam dialek Kanton modern diucapkan sebagai gwaijap. Secara umum, kata itu berarti “kuah” atau “saus ikan”. Istilah ketchup dalam bahasa Inggris pun diduga berasal dari koechiap.[]

0Shares