FEATURE Fiksi Puisi

Sejuta Makna Cinta Bagi Muna

0Shares

Oleh Ayi Jufridar*

Muna baru saja menikah, momen bahagia bagi banyak orang kini menghampiri dirinya. Semua yang dilihat Muna menjadi indah. Setiap keindahan itu memiliki definisi yang berbeda, entah tergantung kepada apa dan siapa, atau suasana hati seperti apa. Muna sulit melukiskannya.

Tapi lukisan itu tetap dibutuhkan, sebagai pelengkap kebahagiaan, setidaknya dalam bentuk kata yang terpahat pada dinding waktu seperti di bawah ini.

Perjalanan ribuan mil sudah sampai di dermaga hati. Di sinilah kita berlabuh, menatap langit yang senantiasa purnama yang bersinar indah sebagaimana cinta kita. Satu dan selamanya…

Kita telah sampai pada puncak kebahagiaan, tak ada alasan untuk turun. Bukan hanya tangan, bahkan hati pun saling menggenggam untuk terus menapaki Everest kehidupan.

Ketika kerikil tajam berada di bawah kaki kita suatu saat nanti, kenanglah momen ini karena ia akan menjadi obat bagi segala luka, bahkan penawar bagi hati yang merindu.

Hari ini dan selanjutnya, langkahku dan langkahmu menjadi langkah kita, denyut nadiku dan denyut nadimu menjadi denyut nadi kita, napasku dan napasmu menjadi napas kita. Senada seirama dalam kebahagiaan yang terpahat dalam dinding waktu.

0Shares