FEATURE Industri dan UKM Knowledge Sharing Sosial Budaya

Solar drying Tunnel,Harapan Baru bagi Petani Garam Lapang Aceh Utara.

0Shares

Ismail (52) sedang mengumpulkan garam dalam terowongan produsksi garam hari itu, geliat produsksi gram Aceh Utara mulai menampakkan hasil yang baik, berkat pengenalan cara produsksi gram baru oleh tim asistensi teknis dari kabupaten Aceh Utara. Teknik ini baru bagi mereka. Sistem terowongan pengeringan surya adalah metode kombinasi yang diterapkan menggunakan kolektor surya dan terowongan, memiliki hasil kinerja yang baik dalam menghasilkan garam. Sebenarnya kolektor surya bukanlah teknik baru. metode ini telah diterapkan untuk banyak produk pertanian lain dalam mengawetkan makanan seperti buah-buahan, daging, dan ikan untuk menghentikan laju bakteri. Tetapi mengenai pemrosesan garam itu berbeda karena terowongan digunakan untuk meningkatkan radiasi cahaya matahari dan untuk meningkatkan fungsi kolektor surya yang digunakan sebagai penampung air garam.

Sistem pengeringan surya adalah metode yang telah digunakan oleh banyak petani dan telah diteliti oleh peneliti di universitas atau pusat penelitian independen; metode sederhana dan penanganan yang mudah menjadi pilihan yang bagus dalam menerapkan metode ini secara luas kepada para petani, teknologi ini tidak memerlukan alat atau material canggih apa pun dalam alur proses. Inilah sebabnya mengapa teknologi pengeringan diterapkan secara luas di seluruh kebutuhan pengguna.

 

Proses produksi dibagi menjadi 4 langkah; proses awal adalah menampung air garam ke dalam kolam kolektor atau kolektor surya. kolam ini dibuat dengan plastik tebal warna hitam, hal ini disebabkan warna hitam merupakan material yang baik dalam menyerap panas dari radiasi sinar matahari. Pada langkah awal air yang digunakan adalah untuk menghilangkan residu yang datang bersama air sambil dialirkan dari sungai. Langkah kedua, proses air dipindahkan ke intake filter pertama dengan sistem terowongan untuk meningkatkan konsentrasi dan untuk memastikan tidak ada residu lagi di dalamnya. Pada tahap proses ini konsentrasi salinitas air meningkat hingga 18% dari salinitas.

Langkah selanjutnya dari proses adalah mengairi air dari pon filter pertama ke pound air garam berikutnya dengan sistem terowongan, radiasi panas dari terowongan dan kolektor surya membantu eskalasi konsentrasi dalam pon ini air garam terlihat mengkristal karena Konsentrasi sekitar 20%. Setelah dua hari dalam pon ketiga, air asin dipindahkan ke pon terakhir untuk mempercepat laju proses kristalisasi garam sampai air menguap dan hanya tersisa garam. Kolektor dapat menaikkan suhu ke tingkat maksimum untuk mempercepat fase crystalized dari proses garam. Prinsip dasar teknik pengeringan terowongan surya mengacu pada prinsip pengeringan [1]. Teknik ini pada dasarnya digunakan untuk menghilangkan air dengan menggunakan energi panas. Aliran udara yang melewati terowongan digunakan untuk mempercepat proses garam yang dikristalisasi.

 

 

 

 

Keuntungan teknik pengeringan terowongan matahari adalah metode baru yang diterapkan untuk memperoleh produk garam yang bersih dan higienis, klaim produk ini lebih efisien dalam memanfaatkan energi, hal ini dikarenakan metode ini tidak diperlukan bahan bakar atau kayu apa pun dalam proses pembuatan garam, metode ini hanya membutuhkan radiasi panas dari sinar matahari. Kekurangan proses pengeringan terowongan surya bergantung pada cuaca, jika di musim hujan produksi garam jelas akan menurun.

0Shares